August 19th, 2008 by radiktya-asthea

cheeeeeeeers……….
smile………………
:)

warna warni

November 28th, 2007 by radiktya-asthea

merah,
jingga,
kuning,
hijau,
biru,
nila,
ungu,
memutih…..

August 2nd, 2007 by radiktya-asthea

hoi..ndhul…. lo ga baca blog gw yang terbaru ya….???????????? menyentuh banget! gw ga nyangka kalo gw bisa seromantis itu. wue..kek..kek..kek…
sayang baget gw g bisa dateng ke nikahnan lo. padahal gw pengen bgt ketawa di depan mik, menyaksikan akad lo ma kembaran gw si bapak luk-luk. hue…he..he..he…
tp gpp. tenang aja, kado pernikahan kalian bakal nyampek. entah di jakarta, entah di semarang….
btw, jangan gendut-gendut bu! :D

hwuuaaaaaaaaaaaaaaaaa……
gw sendiri lagi neh…menyusuri jalan yg belum selese…..
it’s really hard to say goodbye… :(

Jika tidak ada hari esok lagi

May 21st, 2007 by radiktya-asthea

Aku masih saja tak percaya bahwa
cintaku padamu begitu besar adanya. Dan aku juga tak percaya bahwa perpisahan
itu akan segera tiba. Sungguh, aku tak menyangka bahwa cintaku padamu begitu
dalam menghunjam. Hingga untuk membayangkan perpisahan saja, aku tak sanggup.

Ada

perih yang merintih dan air mata yang jatuh tak terasa. Tapi kita memang harus
berpisah. Karena harus demikian adanya. Aku akan pergi ke pulau seberang dan kau akan menikahi seseorang.

Terimakasih untuk semua kebersamaan yang telah kita lalui berdua.
Terimakasih telah mengisi hari-hariku dengan canda tawa. Terimakasih telah
menjadi lilin dalam gelapku. Terimakasih telah menjadi mawar dalam padang ilalangku.
Terimakasih telah menjadi oase dalam gurun gersangku.

Aku akan merindukan saat-saat itu. Saat makan berdua di warung
tegal. Saat kita rebutan MOMOGI.
Saat duduk berdua di depan toko 57 sambil minum susu keledai. Saat kita tertawa
berdua saja sementara yg lain diam karna tak mengerti apa yang kita tertawakan.
Saat ngebut boncengan dengan sepeda motor dan kau pasrah saja menerima nasib.
Saat berada di Gramedia dan kita sakauw sendiri karena tidak bisa membeli buku
mahal. Saat kau menunjukkan hasil kuliahmu di fakultas bahasa menusuk. Saat
kita menghindari tukang parkir. Saat orang-orang bertanya-tanya tentang makna
”kemesraan” kita ;-) Saat….saat…saat…ah…terlalu
banyak saat itu…..

Aku akan merindukanmu. Mie telormu. Lengkingan teriakanmu. Kekonyolanmu.
Psikosomatismu. Nyanyian sopranmu. Plin-plan mu. Girl-things mu. Kelembutanmu.
Kesabaranmu. (sudah…sudah…cukup…aku tak tega jika kepalamu membesar tak
terkendali)

Mungkin perpisahan memang harus terjadi. Mungkin kita memang harus tidak
bersama lagi. Tetapi kau akan selalu disini. Di dalam sini. Dan seperti lagunya
Icha feat Ajeng, jika tidak ada hari esok lagi, bila tinggal sedikit saja waktu
untuk kita berdua, maka aku akan
mengatakan bahwa AKU MENCINTAIMU.

 

                                                         Honey bunny sweety… it’s really hard to say goodbye….

 

 

Mungkin Aku

May 21st, 2007 by radiktya-asthea

Mungkin aku memang senang diam membisu
tapi aku bukan batu
Mungkin aku slalu menerima keluh kesah
tapi aku bukan tempat sampah
Mungkin aku sering tertawa gembira
tapi bukan berarti aku tak pernah kecewa
Mungkin kau kira aku manusia baja
tapi sayangnya aku manusia biasa yang bisa terluka
dan adakah kau merasa?
dan bilakah kau mengerti?

Ternyata tak kusangka

May 20th, 2007 by radiktya-asthea

Aku bahagia
ketika akhirnya kau mengucapkannya
Namun kemudian lara tercipta
karena ternyata itu hanyalah kata-kata belaka

Aku tak ingin mencintaimu

April 27th, 2007 by radiktya-asthea

Aku tak ingin mencintaimu,

Meski hanya setetes,

Meski hanya sedetik,

Meski hanya sesaat,

Aku sungguh tak ingin mencintaimu

Aku tak ingin kau memasuki hatiku
meski mengetuk pintunya pun,
sungguh aku tak mau

Aku tak ingin kau mengambil hatiku

Secuilpun sungguh aku tak rela

Namun sayangnya…

Aku mencintaimu dalam setiap detik hidupku

Kau mengalir bersama setiap tetes darahku

Kau telah mengambil hatiku

Seluruhnya, tak tersisa

Dan kau hanya membisu

Tak mau tahu

Bangsat!

Sebenarnya

March 9th, 2007 by radiktya-asthea

Sungguh, kau tak punya kesalahan apa-apa padaku.
Hanya saja…aku tak bisa membuang perasaan ini padamu.

Sungguh, kau tak perlu risau untuk membuatku
mengerti. Hanya saja..aku terlalu bebal untuk memahami hubungan kita yang
sebenarnya hanya biasa saja.

Sungguh, kau tak perlu galau dengan rasaku itu.
Karena aku hanya menyimpannya rapat-rapat dalam hati saja. Hingga kau pun tak
akan pernah tahu.

Sebenarnya, aku bisa saja membuang rasa itu
jauh-jauh atau menguburnya dalam-dalam. Tapi aku tak mau. Terlalu berat untuk
melepas rasa itu, rasaku padamu. Karena aku selalu seperti berada di negeri
awan dan menari diantara pelangi saat mengenangmu. Mengenangmu yang tak
pernah mengingatku.

Ada

indah yang
merekah. Meski bersama itu pula ada segores perih yang merintih. Tapi aku suka.

            Mengenangmu, meski semua
kenangan itu hanya fragmen biasa bagimu, selalu saja membuatku bergetar. Dan
aku tak mau menghentikan getaran itu. Getaran yang bisa membuatku merasa
benar-benar hidup. Meski pada akhirnya aku merasa benar-benar hidup…semu.

Dipinggir sepi

March 8th, 2007 by radiktya-asthea

Di
pinggir sepi aku bernyanyi

Tentang
lagu sunyi

Hidupku
yang sendiri

Di
pinggir sepi aku menyapa

Sebongkah
luka yang masih menganga

Di
pinggir sepi aku bertanya

Sungguh
beginikah hidup adanya

Senyap

March 8th, 2007 by radiktya-asthea

Katamu
tak teresap

Laraku
tlah terendap

Pinta
tak berguna

Duka
tlah tercipta

Berakhirlah
semua

Di
sini saja